Thursday, December 11, 2008

Menjadi Bidadari Dunia Akhirat

Keindahan surga tergambar pada QS Ali’Imran 14 :
Dijadikan indah bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang diingini (syahwat) dari wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan, Allah, disisiNyalah sebaik-baik tempat kembali.

Wanita-wanita surga disebut sebagai bidadari. Yang terbagi dari dua yaitu bidadari yang Allah SWT ciptakan langsung sebagai bidadari (sudah ditempatkan di surga) dan wanita-wanita mukmin yang ada di bumi (yang kelak bila masuk surga menjadi bidadari).

Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah :

Bidadari-bidadari itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat dan menentramkan hati setiap pemiliknya. Rupanya cantik jelita, kulitnya mulus. Ia memiliki akhlak yang paling baik, perawan, kaya akan cinta dan umurnya sebaya.

Ar-Rahman 16 :

Di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandangannya. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka. Tidak pula oleh jin.

Lalu, siapakah orang yang akan sangat beruntung mendapatkannya? Siapa lagi kalau bukan orang-orang yang syahid karena berjihad di jalan Allah, orang-orang yang tulus dan ikhlas membela agama Allah.

Ali’Imran 15 :

Katakanlah hai Muhammad : ‘Inginkah aku kabarkan kepada kalian apa yang lebih baik daripada yang demikian itu? Untuk orang-orang bertaqwa disisinya Rabbnya ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan istri-istri yang suci serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya’.

Ad-Dukhan 51-54 :

Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada di tempat yang aman. Di dalam taman-taman dan mata air-mata air. Mereka memakai sutera halus dan sutera tebal (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah dan Kami jodohkan mereka kepada bidadari-bidadari bermata jeli.

Seiring dengan datangnya Islam ke bumi sebagai Rahmatan lil’alamiin, turun juga bidadari-bidadari, dia berwujud manusia yang berhati lembut, menyenangkan dan menyejukkan bila dipandang mata serta menentramkan hati setiap pemiliknya. Dialah wanita sholehah yang menjaga kesucian dirinya.

Allah telah menetapkan beberapa wanita mulia sebagai penghuni surga & penghulu (pemimpin) para bidadari, mereka adalah:


  • Asiyah

    Sebagai istri Firaun (raja yang sangat zalim), ia mampu mempertahankan aqidah yang dibawa oleh Nabi Musa AS, ia tidak tergiur dengan harta, kemewahan, tahta & kekuasaan. Do’a yang selalu ia panjatkan :

    " Ya Rabb-ku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS At-Tahriim 11)

    Ia juga teguh memegang keyakinannya pada Allah semata walapun Fir’aun tak hentinya menyiksa. Sesaat sebelum syahid menjemput, ia tersenyum melihat malaikat-malaikat langit turun mendatanginya dan mengajaknya menuju rumah di sisi Rabbnya di surga.


  • Maryam

    Lahir dari keluarga pemuka agama Bani Israil, Maryam yang oleh orangtuanya diharapkan lahir laki-laki telah dinazarkan untuk diserahkan kepada Baitul Maqdis dan berkhidmat kepada agama Allah. Hidupnya dijalani dengan penghambaan yang utuh kepada Allah SWT. Ia tak pernah menyesali sesuatu yang tidak pernah dimiliki dan menerima dengan lapang hati taqdir Illahi.


  • Khadijah

    Wanita mulia yang penuh keikhlasan dalam mendermakan seluruh kekayaanya untuk dakwah Rasulullah SAW, demi tegaknya Islam. Begitu tinggi kedudukan beliau di sisi-Nya sampai-sampai sudah disiapkan untuknya sebuah istana dari permata nan sejuk & damai di surga.

    ‘...Ia beriman padaku ketika semua manusia ingkar. Ia membenarkanku ketika seluruh manusia mendustakan. Ia membantuku dengan hartanya ketika semua manusia menahan harta mereka....’ (HR Ahmad)


  • Fatimah

    Fatimah yang tumbuh dan berkembang dalam binaan langsung dari ayahanda Rasul yang baik, lemah lembut dan terpuji menjadikannya seorang gadis yang juga penuh kelembutan, berwibawa, mencintai kebaikan plus akhlak terpuji meneladani sang ayah. Rasulullah SAW pun menisbatkannya sebagai wanita penghulu surga.


Setiap wanita berpeluang menjadi bidadari baik di dunia terutama di akhirat kelak, ASALKAN :

  • Ia adalah wanita yang paling taat kepada Allah. Ia senantiasa menyerahkan segala urusan hidupnya kepada hukum dan syariat Allah.


  • Ia menjadikan Al-Quran dan Al-Hadis sebagai sumber hukum dalam mengatur seluruh aspek kehidupannya.


  • Ibadahnya baik dan memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia. Tidak hobi berdusta, bergunjing dan riya.


  • Berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Ia senantiasa mendoakan orang tuanya, menghormati mereka, menjaga dan melindungi keduanya.


  • Ia taat kepada suaminya. Menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dengan kehidupan yang islami. Jika dilihat menyenangakan, bila dipandang menyejukkan, dan menentramkan bila berada didekatnya. Hati akan tenang bila meninggalkanya pergi. Ia melayani suaminya dengan baik, berhias hanya untuk suaminya, pandai membangkitkan dan memotifasi suaminya untuk berjuang membela agama Allah.


  • Ia tidak bermewah-mewah dengan dunia, tawadhu, bersikap sederhana. Kesabarannya luar biasa atas janji-janji Allah, ia tidak berhenti belajar untuk bekal hidupnya.


  • Ia bermanfaat dilingkungannya. Pengabdianya kepada masyarakat dan agama sangat besar. Ia menyeru manusia kepada Allah dengan kedua tangan dan lisannya yang lembut, hatinya yang bersih, akalnya yang cerdas dan dengan hartanya. "Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah". (HR Muslim)


Dialah bidadari bumi, dialah wanita sholehah yang keberadaan dirinya lebih baik dan berarti dari seluruh isi alam ini.

Ya Allah jadikanlah kami, ibu kami, kakak dan adik kami serta perempuan-perempuan di sekeliling kami menjadi bidadari di dunia dan akhirat, amiin..

Wallahu’alam bishshowab

Sumber:http://www.albarokah.or.id/berita/kajian/menjadi-bidadari-dunia-akhirat.html

Menjadi Bidadari Dunia, Bidadari Syurga.....


Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah, untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti ? Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya?


Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya.....



Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.


Duhai betapa elok dan indah akhlaknya, bila ia belum bersuami maka berbakti kepada kedua orangtuanyalah ladang amalnya memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan berusaha mendapatkan keridhaan dari keduanya.Bila ia telah bersuami maka bersemangatlah hatinya untuk berbakti kepada suaminya, menemani sang suami dalam keadaan suka dan duka,mendidik anak-anaknya agar mereka berjalan diatas sunnah dan manhaj yang benar yaitu manhaj salafuna shalih. Berani meluruskan suami apabila ia bersalah dengan bahasa yang lembut dan bersabar atas kekurangannya. Membantu suami dalam mentaati Rabb-Nya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya.Jika engkau bersabar dan istiqamah maka insya Allah engkau akan menjadi penghuni surga yang cantik jelita itu.


Janganlah engkau resah dan gundah, merasa kecewa hatimu karena melihat sulitnya jalan untuk meraih kesana. Jalan itu akan mudah engkau tuju apabila engkau memohon pertolongan-Nya dalam setiap desah nafasmu. Sehingga segala tindak tandukmu selalu dalam bimbingan-Nya.Dan, renungkanlah apabila engkau berhasil mencapai predikat wanita shalihah (bidadari dunia) semua adalah karena dari Rabbmu semata, bersyukurlah atas nikmat ini dan janganlah sekali-kali engkau takabur. Ingatlah selalu firman-Nya :


”Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah” (Huud : 88).


Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi semua wanita-wanita muslimah diatas muka bumi ini yang bercita-cita ingin menjadi bidadari-bidadari diatas dunia ini dan tentu saja diakhirat nanti, Insya Allah.....

Sumber:http://alghifary.blogspot.com/2005/04/menjadi-bidadari-dunia-bidadari-syurga.html

Jadi Bidadari Besi

Oleh: Latifah Abdul Wahab

“Saya memang tidak gemar melihat wanita yang terlampau mengada-ngada atau istilah kasarnya ‘gedik’,’getik’, ‘geletis’ dan ‘gelenyar’. Bukan kerana jiwa saya keras tetapi saya sukakan wanita yang kuat pendirian dan cekal berpedoman. Maksudnya wanita yang ingin mendampingi saya mestilah seorang yang tidak marah-marah jika hubungan yang terjalin ‘dingin’ dan tidak dihujani panggilan telefon setiap hari yang sekadar untuk bertanya ‘sudah makan atau belum?” dan “sihat atau tidak” - begitulah pandangan seorang penulis lelaki dalam sebuah majalah wanita.


Saya tertarik dengan pandangan ini kerana fenomena berkomunikasi secara lunak manja ini semakin menjadi trend wanita hari ini terutama yang berkerjaya khususnya dalam bidang perniagaan. Bukan sahaja sebagai pelaris perniagaan bahkan sebagai pelaris diri. Kebiasaannya, hati lelaki lebih terpikat kepada wanita lemah lembut, mudah ketawa manja dan yang pandai mengoda dengan jelingan penuh bermakna. Jarang kita temui lelaki yang tak sukakan wanita jenis ini seperti yang ditulis oleh penulis di atas.

Tentu sebahagian besar dari kita pernah dan biasa melihat iklan Hotlink terbaharu yang menampilkan dialoq lucu seorang jurujual wanita mempromosi hotlink plan berganda dengan nada suara lunak menggoda. Tapi yang mengada ngada bukan di jurujual wanita tu tetapi si pembeli lelaki itu. Lucu dialoqnya “tadi kanda sekarang sayang…”, satu dialoq ala pekak badak.

Walaupun ianya hanya sebuah iklan untuk menarik perhatian penonton dan melariskan produk, tetapi trend mengoda semakin menjadi jadi dalam iklan produk tempatan. Lihatlah iklan syampu ‘sunsilk’. Model wanitanya walaupun bertudung tapi tetap digambarkan meliuk lintuk , menjeling manja dan berbalas senyum dengan si jejaka. Salah satu slot iklan syampu ini memaparkan adegan seorang wanita terserempak dan terjatuh buku kuliah, lalu bertentang mata. Tak tahu apa kaitan dengan rambut yang telah disyampu dan terselindung disebalik tudung.

Sekali imbas paparan lemah lembut ini sangat serasi dengan budaya melayu atau budaya Malaysia. Kerana umat melayu terkenal dengan lemah lembutnya. Cinta mudah bertaut dengan gaya lemah lembut. Saling bertanya khabar dianggap satu pernyataan bukti saling mengingati dan saling mengambil berat. Bila talian hotlink tidak lagi sibuk dengan SMS dan panggilan sayang, aduhai terasa dunia gelap, sunyi dan sepi. Kemana kah akan di bawa hati nan lara? SMS ON CINTA hantar ke 32728 (Dapat)! Syarikat telekomunikasi juga yang untung.

Paparan di akhbar akhbar perdana cukup membimbangkan saya. Saban hari ada ada sahaja cerita derita wanita akibat korban cinta tak bermaruah. Setiap hari ada kisah gadis di rogol teman lelaki yang baru dikenali. Ada kisah wanita meratap meminta simpati akibat diceraikan oleh suami yang lari mengikut wanita lain yang lebih menggoda. Dalam majalah wanita, akhbar tabloid mahupun akhbar terkemuka, ruangan soal jawab masalah remaja sering menjadi kolum yang diminati. Masalahnya hampir sama , seperti membaca novel, temanya tetap sama. Tema cinta terlara, kisah hati yang tak bahagia. Kerbanyakkan pengadu dalam kisah cinta terlara ialah wanita. Bukan maknanya lelaki tak pernah jadi korban cinta terlara tetapi mereka kurang menuliskanya. Mungkin untuk untuk menjaga status .Sebagai manusia yang punya agama, saya lebih memikirkan kenapa manusia begitu mendambakan bahagia cinta terlarang? Kenapa saya kata ianya cinta terlarang? Apakah agama menghalang manusia bercinta ? Tidak, bukan itu maksud saya.

Malah Islam adalah agama kasih sayang. Islam itu sendiri datang dari perkataan salam. Iaitu kesejateraan Kasih sayang tidak terbatas antara manusia berlainan jantina sahaja malah merangkumi kasih saya sejagat, sayang kepada sesama manusia,haiwan dan alam sekeliling. Allah s.w.t menjamin kasih sayang sesama manusia jika manusia mengikuti peraturan yang telah ditetapkannya. Kasih sayang antara lelaki dan wanita yang masih belum terikat dengan akad, wajib dibatasi dengan beberapa hukum yang telah ditetapkan.

Firrman Allah SWT dalam Surah al-Ahzab ayat 32 yang bermaksud, “Maka seseorang wanita itu janganlah melembutkan suaranya kerana menyebabkan hati orang lelaki yang ada penyakit akan menaruh harapan. Seseorang wanita hendaklah mengucapkan perkataan yang sopan.”

Penyakit syahwat adalah dianggap sebagai zina yang boleh berlaku dalam hati ketika seseorang wanita melembutkan atau merendahkan suaranya secara berlebih-lebihan dan bertujuan goda. Berdasarkan kepada permasalahan ini, seseorang wanita sewajarnya bersikap sederhana bila berbicara dengan lelaki yang bukan suaminya. Sikap sederhana ini bukanlah satu larangan yang bertujuan menyekat naluri cinta tapi sebaliknya adalah larangan untuk menjaga kehormatan wanita dari diperkotak-katikkan oleh lelaki durjana yang sentiasa mencari peluang berfoya-foya dengan wanita wanita penggoda.

Sebenarnya bukan lelaki durjana sahaja yang mencari-cari peluang, malah hakikatnya syaitan lah yang sentiasa mencari peluang menyesatkan anak adam. Wanita adalah mahluk yang lemah fizikalnya, jika tidak dikuatkan iman wanita dengan mentaati suruhan dan menjauhi larangan Allah s.wt maka tewaslah wanita itu menjadi umpan syaitan. Wanita terpedaya lelaki pula tergoda. Kedua duanya saling terfana dan akhirnya merana.

Wanita mesti ‘keras hati ‘ untuk mentaati perintah Allah. Hanya dengan cara itu sahaja bahagia yang hakiki akan dapat dirasa. Permainan cinta dengan tanda sayang dan belai kasih yang diucapkan saban hari , saban waktu terluang hanyalah satu ‘interface’ yang melekakan. Bila sudah kecundang dan jadi hamba cinta, masa itulah peranan syaitan menjana nafsu syahwat tak dapat lagi disekat. Masa itu kehormatan diri mudah jadi galang ganti. Siapakah yang akan menghormati wanita yang sudah hilang harga diri? Pepatah melayu kata “kesal dahulu pendapatan kesal kemudian tiada berguna” Fikirkan.


Sumber:http://shahieda.blogspot.com/2008/10/jadi-bidadari-besi.html

Wanita solehah::Bidadari Cinta

Wanita solehah itulah bidadari cinta yang didambakan oleh penghuni syurga. Tanyalah kepada wanita disekeliling kita, hatta kepada seorang pengemis wanita yang, hati pasti terusik lantas mengiyakan gelaran wanita solehah yang diidamkan. Dangkalnya aqal wanita apabila dipersoalkan mengapa nabi hanya dilantik di kalangan lelaki... aduhai wanita muslimah, kau tetap tidak disisihkanNya. Malah Dia menganugerahkan kepadamu, keistimewaan yang tiada tandingan dengan lelaki. Lihatlah dirimu, carilah keistimewaan itu. Di situlah letaknya kebesaran dan keagunganNya.

Kerinduan ahli syurga terhadap wanita solehah melebihi kerinduan mereka kepada 70 orang wali. Peganglah pada janji sabda Nabi, dari Anas bin Malik r.a "Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa wajib sebulan, memelihara kemaluannya, maka ia pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dikehendakinya." Tidakkah terusik hatimu muslimah semua... Senang untuk dirimu meraih syurga yang dijanjikan. Dan harus diingat bahawa janji-janjiNya itu adalah pasti.

Tunduk dan taatlah kepada perintahNya dan patuhlah setiap larangannya. Itulah bukti kecintaan seorang muslimah sejati itu terhadap Penciptanya. Kita seringkali patah hati, menangis malah hilang keyakinan hidup tatkala kekasih hati melukai hati kita. Kesatlah air matamu itu. Airmata berjurai itu adalah sia-sia jika kau menitiskan pada yang bukan haq. Carilah sakinah dan farhana dalam cinta Penciptamu. Kau akan ketemui cinta yang kasih yang didambakan. Kasih yang tidak akan melukakan. Berikan hatimu yang telah retak beribu itu kepada Penciptamu, pasti Dia akan cantumkan keretakkan itu dengan mahabbahNya. Tatkala cinta manusia itu membuatkan hatimu gusar, bimbang... cinta yang akan kau temui ini, tidak akan membuatkan dirimu gelisah, sebaliknya keredhaanNya akan menjadi alas kerinduanmu padaNya. Rindu pada alunan qalamullah, rindu pada munajat di seperti malam, dan rindu pada syurga yang dijanjikan. Lalu, pohonkan cinta insan yang mencintainya. Moga cinta insan itu akan menjadi pendorongmu, memudahkan laluan mujahadah.

Auratmu itu bukan tontonan manusia yang tidak berhak ke atasnya. Aurat adalah satu tanda malumu masih mempunyai kehormatan. Jagalah kehormatan dan maruah auratmu itu. Kau mengetahui batasan auratmu. Kau mengetahui sealimnya siapa mahrammu. Malah kau juga tahu syaitan laknatullah sentiasa merisik ruang untuk mendekatimu. Tutuplah auratmu dengan jilbab bukan sekadar hijab dan satr. Perhatikan pakaianmu, perelokkanlah auratmu. Rambutmu itu hanya mahkota untuk suamimu. Seorang ratu tahu masa dan tika yang sesuai untuk memperagakan mahkotanya itu, hanya pada yang berhak sahaja. Lalu, tutuplah ia dengan hijab yang akan melindungi dirimu daripada panahan mata ghair mahram.

Sedarilah bahawa perintah menutup aurat dan berhijab bukan untuk mengongkong dirimu tetapi ia bertujuan menjaga kehormatanmu, kesucian dan kemuliaan seorang wanita solehah. Lihatlah betapa Allah mengutamakan dirimu sehinggakan Dia memelihara dirimu sehalus mungkin. Jadi, wajarkah dirimu membayar dengan ketidaktaatanmu dan mengingkarinya.. Sungguh, dirimu adalah wanita yang zalim. Zalim terhadap dirimu sendiri... Ketahuilah, aurat dan kehormatanmu terlalu mulia untuk dizalimi. Sukakah jika dirimu bergelar penzalim?
NurkasihNya sentiasa menerangi lorong kehidupanmu... bangunlah daripada kealpaan. Bukalah matamu, lihatlah keagunganNya pada dirimu.

Diriku akan menjadi insan yang paling berbahagia, jika saudari muslimahku menjadi insan yang tahu menghargai pemberian kekasih sejatinya iaitu Allah SWT. Malah diriku akan menjadi gembira, jika ada saudari muslimahku yang membaca pena siberku ini lalu ia mengerti betapa diriku menyayangi saudari muslimahku sekalian.
insyaAllah, diizinkanNya kita pasti akan berjumpa lagi... Doaku, moga dirimu dan diriku sentiada mentarbiyyahkan diri kita dengan jati diri wanita muslimah dengan 'alimah, 'abidah, dai'yah, murabbiyah, zahidah dan khadimah. Persiapkan dirimu wahai saudari muslimahku, kerana kau adalah bidadari cinta!


Sumber:http://aiqhazetty.multiply.com/journal/item/22/WANITA_SOLEHAHBIDADARI_CINTA

Bidadari untuk Umar

Umar bin khathab ra.

Salah satu sahabat Rasul yang terkenal akan keshalihannya dan kewara` annya.

Semenjak beliau memeluk islam kaum muslimin seakan memperoleh sebuah kekuatan baru yang sangat besar.

Hal ini sebagai buah atas dikabulkannya doa sang idola, Rasulullah SAW tercinta. “Ya Allah muliakanlah islam dengan masuknya salah satu dari dua Umar.” Yakni Umar bin khathab dan Amr bin Hisyam atau dikenal sebagai Abu Jahal.


Sejak saat itulah, Kaum muslimin yang baru sedikit itu berani shalat dan thawaf di ka`bah secara terang-terangan.

Umar adalah salah satu sahabat Rasul yang sangat wara`, sangat teliti, hati-hati terhadap dosa-dosa kecil.

Ia sangat takut masuk neraka, saking takutnya tiap kali melantunkan ayat-ayat AlQuran ia sering menangis atau tatkala hanya mendengarkan ayat-ayat AlQuran.

Banyak kata-kata umar yang dikuatkan dan diabadikan didalam AlQuran.

Umar mempelajari surah Al Baqarah selama 10 tahun, ia kemudian melapor ke Rasulullah SAW.


“Wahai Rasulullah SAW apakah kehidupanku sudah mencerminkan surah Al Baqarah?

Apabila belum, maka aku tidak akan melanjutkan ke surah berikutnya.” Rasulullah menjawab, “sudah..!”
Subhanallah, seorang umar mempelajari surah Albaqarah selama 10 tahun dan tak akan beranjak dari surah tersebut sebelum terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari,

kita dimana ya?

Mungkin mempelajari al-ikhlas saja untuk kemudian diimplementasi ke kehidupan sehari-hari mungkin belum juga tammat.

Begitu wara`nya umar akan kehidupan sehari-hari pantas kalau Allah sering mengabadikan buah pikirannya dalam Alquran seperti mengenai pengharaman arak, ayat mengenai hijab, ayat tentang tawanan perang, seputar penciptaan manusia, demikian juga beberapa ayat AlQuran lainnya.


Rasulullah SAW sering menceritakan kepada para sahabatnya mengenai perjalananya,

Mi`raj beliau menghadap Allah SWT, Beliau sering menceritakan bagaimana keadaan surga kepada sahabat-sahabatnya.

Suatu hari ketika Rasulullah diMi`rajkan malaikat Jibril memperlihatkan kepada beliau taman-taman surga.

Ketika itu Rasulullah melihat ada sekumpulan bidadari-bidadari yang sedang bercengkerama.

Ada seorang bidadari yang begitu berbeda dari yang lainnya.

Bidadari itu menyendiri dan tampak pemalu.

Rasulullah bertanya kepada Jibril,”Wahai Jibril bidadari siapakah itu?”

Malaikat Jibril menjawab.
“Bidadari itu adalah diperuntukkan bagi sahabatmu, Umar r.a.

Pernah suatu hari ia membayangkan tentang surga yang engkau ceritakan keindahannya.

Ia menginginkan untuknya seorang bidadari yang berbeda dari bidadari lainnya.

Bidadari yang diinginkannya itu berkulit hitam manis, dahinya tinggi, bagian atas matanya berwarna merah, dan bagian bawah matanya berwarna biru serta memiliki sifat yang sangat pemalu.

Karena sahabatmu itu selalu memenuhi kehendak Allah SWT, maka saat itu juga Allah SWT menjadikan seorang bidadari untuknya sesuai dengan apa yang dikehendakinya.”


Subhanallah, begitulah bidadari special yang hanya diperuntukkan untuk umar,

seorang sahabat yang sangat ditakuti setan, beda dengan kita, tiadk ditakuti setan, tetapi barangkali malah lebih disenangi setan, Na`udzubillah.


Hadiah special hanya untuk manusia istimewa,

itulah prinsipnya.

Begitupun bagi Allah itupun berlaku bagi kita,

bagaimana sedapat mungkin kita menjadikan diri ini seistimewa mungkin dihadapan Allah

maka jangan kaget kalau suatu saat ada hadiah special untuk kita,

atau bahkan hadiah special itu sekarang sedang menunggu kita untuk kita jemput

_______________________

Berharap? bolehkan?

Petikan: Quantum Tarbiyah (Penulis yang sama dgn buku Zero to Hero)

Thursday, December 4, 2008

Duhai Hati, Jangan Kau Terkorban dengan Dunia..


Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti. Namun tidak tersedarkah hati itu adalah ujian dari Tuhannya? Kepayahan itu sesungguhnya adalah bentuk tarbiyahNya kepada hati. Pernah hati bersyukur kerana mendapat perhatian yang sedemikian dari Tuhannya? Terlebih banyak mengaduh dari bertahmid rasanya.

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3 "

"...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 12


Tak tersedarkah hati segala yang diberinya itu adalah nikmat; kebahagiaan adalah nikmat, sakit adalah nikmat, perit itu lebih nikmat, jika hati ingin menerima. Duhai hati, sedarlah, bukannya Tuhanmu tidak mendengar segala jerit perih, betapa pedih peritnya derita apa yang dialami, betapa segala yang hati ingin, tidak semua kan hati perolehi. Bukankah Dia sudah terang-terang berfirman:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." -Surah Al-Baqarah ayat 216

Nah, Tuhannya sendiri telah siap mengatur segala rencana perjalanan hidupnya hati. Mengapa harus merungut lagi dengan jalan yang ditempuh. Duri-duri dan halangan itu adalah rahmat. Redha dan pasrah, wahai hati, itulah lumrah. Tidak tersedarkah hati bahawa setiap langkah, setiap kudrat, setiap butir bicara, kerlip mata dan denyut jantung selama ini semuanya nikmat yang Tuhannya beri, Tuhannya pinjamkan. Cara apa dan bagaimana hati gunakan semua pinjaman tersebut? Setiap langkah dan kudrat digunakan untuk ke jalan kebaikankah? Setiap butir bicara hanya yang baik dan berhikmah sajakah? Kerlip mata dan sisa denyut jantung yang masih ada dimanfaatkan dengan amal ibadahkah? Tuhannya berhak mutlak ke atas hati. Kenapa hati masih perlu persoalkan mengapa ujian diturunkan? Tepuk dahi, tanya minda semula. Layakkah hati-hati ini dengan Syurga milik Allah SWT???

"Hai Kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amalan yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk syurga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa dihisab." (Surah Al Mu'min ; ayat 39-40)

Duhai hati, janganlah terkorban dengan dunia...Sesungguhnya hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna...


www.iLuvislam.com
oleh : azniey



Sunday, November 23, 2008

Tingkatkan iman dengan alam

Tingkatkan Iman Dengan Alam
www.iLuvislam.com
oleh: fazirah

Sesungguhnya Allah bahagikan kita kepada 3 komponen iaitu rohani, jasmani dan akal. Kita diamanahkan untuk menjaga ketiga-tiga komnponen ini dalam rangka untuk menjadi insan yang bertaqwa. Dari segi jasmani, kita hendaklahmenjaga pemakanan dengan memakan makanan yang berzat dan seimbang dalam masa yang sama kita perlu bersenam untuk membantu badan kita sentiasa sihat. Untuk akal, kita belajar dan berfikir untuk memenuhi tuntutan aqli . Semantara itu, untuk roh kita perlu penuhi dengan bekalan sebagaimana perut yang sentiasa memerlukan makanan. Terutama sekali bila mana kehidupan kita yang dari sehari ke sehari sentiasa dipenuhi dengan kegelapan jahiliyah. Jadi roh perlukan kekuatan untuk melalui suasana-suasana kegelapan yang pekat ini. Keperluan roh hendaklah sentiasa dilazimkan dengan baca Qur’an, berzikir, iman yang subur.

Hakikat nilai insan disisi Allah adalah Allah menilai hamba yang hebat adalah hamba yang bertaqwa. Allah tidak pandang seseorang itu melalui kepandaian, kekuatan jasmani, atau kecantikan. Kenapa kita riadah, kenapa kita makan, kenapa kita menuntut ilmu adalah semata-mata untuk memenuhi tuntutan keimanan dan ketaqwaan di sisi Allah. Bila kita perhatikan keindahan alam yang luas terbentang, kita dapat melihat kekuasaan Allah yang Maha Hebat. Penciptaan yang unik dan berbeza-beza. Kalau kita cari daun yang terdapat pada sebatang pokok, dapatkah kita temui daun yang betul-betul serupa dan sama. Begitu bijaksananya Allah menciptakan semua ini.

Cubalah kita berinteraksi denga alam kita dapat merasai hebatnya Allah jadikan alam. Marilah kita sama-sama merenung ayat suci Al-Quran. Ayat suci di mana sewaktu Allah turunkan ayat ini kepada Rasulullah SAW, baginda menangis sedih. Andailah semua manusia faham ayat ini, Surah Ali Imran:190-194

190. Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang Yang berakal;

191. (Iaitu) orang-orang Yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini Dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah Kami dari azab neraka.

192. Wahai Tuhan kami! sebenarnya sesiapa Yang Engkau masukkan ke Dalam neraka maka Sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang Yang zalim tidak akan beroleh seorang Penolong pun;

193. Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Kami telah mendengar seorang Penyeru (Rasul) Yang menyeru kepada iman, katanya: ` berimanlah kamu kepada Tuhan kamu ', maka Kami pun beriman. Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah daripada Kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah Kami bersama orang-orang Yang berbakti;

194. Wahai Tuhan kami! berikanlah kepada Kami pahala Yang telah Engkau janjikan kepada Kami melalui Rasul-rasulMu, dan janganlah Engkau hinakan Kami pada hari kiamat; Sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji".

Allah hamparkan bumi kepada kita sebagai sebuah kitab yang terbuka sedangkan Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang tertutup. Apa yang Allah ceritakan dalam Al-Quran, Allah hamparkan kepada kita dalam bentuk yang paling nyata dan jelas. Di dalam Al-Quran Allah ceritakan bahawa Allah Maha Menghidupkan, Allah Maha Menjadikan dan Allah Maha Mematikan. Kepercayaan kita terbina dengan melihat kejadian alam. Allah menjadikan daripada ada kepada tidak ada, Allah menjadikan dengan ketentuanNya pada suatu masa sebatang pohon berbuah dan pada satu ketika kemudian pohon tersebut mati. Setelah itu Allah tumbuhkan semula pohon yang baru bagi menggantikan pohon yang lama. Begitulah kitaran alam yang Allah dah susun.

Oleh itu, marilah kita perhatikan sekeliling kita bagaimana burung boleh terbang, ikan berenang di lautan, keunikan ular dan cacing bergerak tanpa kaki. Allah Maha Berkuasa yang menjadikan semua ini. Allah boleh menghidupkan dan mematikan dan tidak mustahil Allah boleh menjadikan dunia ini kiamat. Telah disebutkan di dalam Al-Quran yang mulia bahawa Allah menjadikan alam ini sebagai kitab yang terbuka kerana Allah berfirman bahawa apa yang Allah telah janjikan itu benar, malaikat itu benar, hari akhirat itu benar, rasul-rasul itu benar, Al-Quran itu benar.

Allah boleh menjadikan dan Allah boleh memusnahkan. Contohnya kita lihat peristiwa tsunami. Siapa sangka air yang lembut itu boleh memusnahkan. Kita lihat sendiri dari sudut sains, air yang lembut sekiranya diletakkan di dalam freezer peti sejuk, maka air akan bertukar sifatnya daripada lembut kepada keras. Renungkan betapa uniknya ciptaan dan kekuasaan Allah.

Cuba kita perhatikan betapa damainya mata memandang rimbunan pohon-pohon yang kehijaun, tenangnya langit membiru yang terbentang luas memayungi kita. Cuba bayangkan sekiranya Allah jadikan langit berwarna merah dan pokok berwarna jingga, apakah perasaan kita? Gusarkah kita melihat warna-warna yang tidak tenang? Dari situ kita dapat lihat betapa sayangnya Allah pada kita, betapa Allah sangat memahami keperluan dan kehendak hati kita denagn member ni’mat yang macam-macam kepada kita. Betapa kita dapat merasai satu perasaan yang indah saat kita memandang langit yang biru, laut yang terbentang luas dan pohoh-pohon yang segar merimbun.

Biarkanlah akal kita berfikir tentang ciptaan Allah dan kejadian alam dikala berdiri, duduk atau berbaring supaya setiap amalan dan setiap nafas kita dihitung sebagai ibadah supaya tidak sia-sia kehidupan kita di sisi Allah. Syed Qutb menerangkan bahawa orang-orang mu’min kagum terhadap ciptaan Allah dan khusyu’ beribadah kepada Allah sehingga timbul perasaan takut kepada Allah lantas mereka berdoa, “ Ya Allah, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau lindungilah kami dari azab neraka”

Allah jadikan diri kita sebaik-baik kejadian. Allah memberi kita terlalu banyak ni’mat dan kelebihan. Malah, Allah telah jadikan bumi ini untuk tunduk kepada manusia. Cuba kita bayangkan jika Allah perintahkan air yang turun ke bumi itu memilih orang-orang beriman sahaja menggunakannya bagaimanalah jadinya. Apabila orang yang tidak beriman kepada Allah menggunakan air, maka air akan bersuara “ Aku tidak mahu melayan dan memenuhi hajat engkau kerana engkau tidak beriman kepada Allah, engkau tidak boleh menggunakan aku kerana engkau melupakan Allah..” Bayangkan bumi yang kita pijak ini marah bila orang yang tidak beriman berpijak di atasnya “ Engkau tidak beriman, aku tidak redha kakimu berpijak padaku”. Dari situ kita dapat lihat bagaimana hebatnya kasih sayang Allah. Betapa Rahman dan Rahim Allah terhadap sekelian makhlukNya.

Kita sebagai manusia, di mana kita letakkan Allah di hati kita?? Berapa banyak kasih sayang kita kepada Allah jika benar kita cintakan Allah?? Oleh itu, apabila kita merenung alam, bertambahlah iman kita kepada Allah, betapa kita merasa kerdilnya kita di sisi Allah. Hanya Allah yang berkuasa terhadap alam ini. Macam mana kita nampak alam ini hebat sebegini dan macam mana kita nak kaitkan rasa hebat kita kepada Allah. Bagaimana kita hendak timbulkan dalam hati kita kehebatan ciptaan Allah, bagaimana kita gunakan akal kita untuk berfikir sehingga meresap rasa kehebatan itu dalam hati kita. Adakah kita melihat alam ni hanya untuk seronok-seronok sahaja?, adakah hanya melafazkan Subhanallah sahaja tanpa kita ambil pelajaran daripadanya? Tidak cukup hanya lafaz Subhanallah dan kita pun rasa tak puas dengan ucapan-ucapan tersebut apabila kita memerhatikan kehebatan-kehebatan yang Allah beri.

Cubalah tingkatkan keimanan kita kepada Allah dengan mengambil isi pelajaran yang dapat dicungkil dari isi alam. Wallahu ‘alam.

Tuesday, November 18, 2008

Siapa Muslim, Apa itu Islam??

Sebagai seorang yang muslim, tau tak kenapa agaknya kita kena ada rasa bertuah menjadi muslim? Apa sebenarnya hakikat muslim yang sebenar? Kita mengaku kita seagai seorang muslim, tapi sejauh mana agaknya ke’muslim’an kita itu?

Mari kita tumpukan pemikiran kita untuk mengetahui apakah perkataan ‘Muslim’ itu. Adakah manusia menjadi Islam sebab dilahirkan dalam Islam? Adakah muslim itu nama sesuatu bangsa? Adakah seseorang itu muslim dengan sebab dia anak atau cucu seorang muslim? Adakah seorang itu diperanakkan sebagai muslim sebagaimana seorang Brahmin diperanakkan sebagai Brahmin? Adakah kita muslim sebab kita dilahirlan di dalam masyarakat muslim?

Apakah jawapan kita? Tentu TIDAK bukan? Orang yang sedemikian bukanlah muslim yang sebenarnya. Seseorang itu muslim sebab dia menerima Islam. Kalau ia menolak Islam, dia bukan lagi muslim. Samada seseorang itu Negro, Cina, India atau apa-apa bangsa sekalipun, dia akan diterima masuk ke dalam masyarakat Islam bila dia mengakui dan menerima akan Islam. Akan tetapi, seseorng itu akan disingkirkan daripada masyarakat Islam apabila dia menolak atau menidakkan Islam walaupun dia adalah anak seorang Sayyid sekalipun.

Mari kita kembali merenung ke dalam diri kita semula, betapa agung Allah yang maha pengasih dan penyanyang menjadikan kita sebahagian daripada limpahan kasih sayangNya. Kita dilahirkan menjadi seorang Islam walaupun tanpa diminta. Ini adalah bukti kasih sayang Allah. Apa agaknya yang akan terjadi sekiranya kita dilahirkan dalam keadaan bukan Islam? Betapa beratnya perjuangan yang bakal kita lalui bagi bertauhid dan beribadat kepada Allah sekiranya Islam tiada dengan kita sejak kita dilahirkan.

Tiada sikap yang lebih baik dapat kita lakukan selain bersyukur kepada Allah atas limpahan kurniaNya dalam kehidupan ini. Sebagai seorang muslim kita patut bersyukur atas pemberian anugerah terbesar dalam hidup ini iaitu ni’mat Islam dan iman. Faktanya, tidak semua manusia lahir sebagai umat Islam. Tidak semua manusia beriman. Ini bererti keimanan dan keislaman adalah anugerah yang sebaik-baiknya kita syukuri. Kedua perkara ini merupakan modal demi mencapai kehidupan yang paling baik di dunia dan akhirat.

Bagi sebahagian besar di antara kita yang mendapat status muslim melalui perjuangan yang sangat hebat kerana dilahirkan oleh ibu bapa yang bukan muslim, tentu sudah mengetahui dengan baik keunggulan dan kehebatan Islam sehingga ia menjadi pilihan hidup. Islam rela dipilih walaupun terpaksa meninggalkan segala kemewahan dan kesenangan sebelumnya. Kenikmatan mempertahankan Islam jauh lebih tinggi berbanding kenikmatan dunia.

Bagi sebahagian besar diantara kita yang mendapat status muslim secara percuma kerana kasih sayangNya kepada kita yang dilahirkan daripada keluarga muslim, tentu kita tidak boleh berbangga dengan status sahaja. Kita perlu membuktikan keislaman kita dengan bersungguh-sungguh. Anugerah Allah itu tidak ada nilainya apabila kita tidak berusaha mensyukurinya.

Kita sekarang sudah tahu bahawa seseorang itu muslim bilamana dia menerima Islam. Walaubagaimanapun, timbul satu persoalan di kepala kita. Apakah erti menerima Islam itu? Bagaimana kita boleh dianggap atau dikatakan menerima Islam? Memadaikah kita ini dikatakan menerima Islam hanya dengan berkata:”saya telah menjadi seorang muslim, atau saya telah menerima Islam”? seseorang itu dikatakan muslim apabila dia menerima keislamannya itu dengan sedar dan sengaja(tanpa dipaksa) dan beramal serta bertindak sesuai dengan kehendak Islam itu sendiri.

Allah menjelaskan di dalam surah Al-Bqarah,ayat 208:

“ Hai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya, syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu”

Islam adalah perhambaan manusia yang sepenuhnya terhadap Allah. Ini bermakna, dia tidak menjadi hamba kepada dirinya, nenek moyangnya, atau keluarnya, dan bangsanya, atau tuan guru dan ulama’nya.. ianya adalah perhambaan kepada Allah. Dalam erti kata lain, kemerdekaan hakiki yang dirasai seseorang manusia daripada sebarang keburukan dan kerosakan.

Ingatlah keimanan dan keislaman itu bagaikan tanaman. Apabila dipelihara dengan baik, tanaman tumbuh dengan baik. Sebaliknya, apabila dibiarkan, tanaman akan layu dan lama kelamaan akan mati.

Rujukan:

1. Menjadi Muslim Terbaik, Aa Gym

2. Iman, Islam, Jihad, Sayyid Abul A’la Maududi

Friday, November 14, 2008

Usah putus asa

Putus asa?? Oh..No..No..

“Taqdir itu terletak pada hujung usaha manusia,

asas berprasangka baik adalah tunduk pada taqdir”

Musim peperiksaan sedang berlangsung. Masing-masing sibuk mempersiapkan diri untuk berjuang di dewan peperiksaan..


‘Cubalah kau terus mencuba, lupakan segala duka lara, usah putus asa..

setiap dugaan menimpa pastikan nanti ada hikmahnya..usah putus asa..’

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Banyak kejadian tidak dijangka yang boleh berlaku dalam hidup kita. Realitinya tiada siapa yang tahu apa yang bakal berlaku pada masa hadapan walau sedetik. Ramai orang terjerumus ke dalam kekecewaan apabila berhadapan dengan situasi yang tidak dijangka secara tiba-tiba. Ambil contoh, gagal dalam sesuatu peperiksaan yang amat penting. Seandainya sesuatu telah menjadi matlamat mereka, mereka tidak berupaya berhadapan dengan situasi di luar jangkaan lantas mengalami dukacita yang teruk, disebabkan mereka telah meletakkan segala harapan dan matlamat terhadap berlakunya rantaian kejadian seperti yang mereka gambarkan.

Apa yang patut kita ketahui dengan yakin ialah apa sahaja yang berlaku dalam kehidupan seseorang telah ditentukan sekian lama sebelum mereka dilahirkan. Dalam perkataan lain, semua kejadian dalam kehidupan seseorang telah ditentukan sejak azali. Apabila sampai hari dan masa yang ditentukan, beliau akan mengalami kejadian tersebut, kerana Allah telah menentukan bahawa ia sebahagian dari taqdir mereka. Dengan ketentuan tersebut, ia tetap akan berlaku.

Beginilah caranya Allah menentukan semua kejadian. Pada masa itu, manusia mula menggunakan logik berikut:”Kalaulah saya idak bermain-main dan menumpukan pada pelajaran”. Rungutan begini cukup salah dan tidak betul, lebih-lebih lagi, menjurus kepada rungutan dan kekesalan yang tiada penghujung. Walaupun banyak sebab mungkin ditemui berlakunya sesuatu kejadian, realitinya ialah, kejadian dan penyebabnya telah ditentukan oleh perjalanan taqdir.

“OK, baik, apa yang boleh saya buat? Kalau semuanya sudah ditentukan dalam taqdir saya dan Allah mengtahui mengenainya, bagaimana sepatutnya sikap saya apabila kejadian ini berlaku?”

Menurut Al-Qur’an, cara yang terbaik untuk bertindak dan sebaik-baik akhlaq adalah tunduk pada taqdir kita dan bersikap positif dalam semua perkara, tidak terjerumus kearah dukacita dan putus asa, untuk menjadi hamba yang bersyukur dalam semua keadaan.

Firman Allah Ta’ala yang bermaksud:

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal” (Surah At-Taubah:Ayat 15)

Sesungguhnya Allah pencipta sekalian ‘alam dan apa yang ada didalamnya, dan termasuk semua benda yang bernyawa dan tidak bernyawa, oleh itu Dia jua adalah pencipta setiapkejadian daripada sekecil kejadian hingga sebesar kejadian. Al-Qur’an memaparkan kebenaran ini dalam ayat berikut:

“(Yang memiliki sifat-sifat yang) sedemikian itu adalah Allah Tuhan kami;tidak ada Tuhan(yang berhak disembah) selain Dia;Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu”.(Surah Al-An’am:Ayat 102)

Setiap halangan terjadi kerana Allah berkehendakkan sesuatu yang baik untuk orang-orang yang beriman. Walaupun sesetengah kejadian zahirnya negatif, setiap orang yang beriman tahu ada hikmah disebalik yang berlaku. Sekiranya semua manusia faham akan keperluan untuk tunduk sepenuhnya, maka mereka mesti mengambil Allah sebagai satu-satunya Wali atau Penolong, dan menghadap kepadaNya secara tulus dan ikhlas yang sempurna.

Perkara yang paling pokok berkaitan akhlaq yang dikehendaki oleh Allah ialah untuk setiap orang yang beriman untuk tidak berduka atau bersikap negatif atau terjerumus kea rah putus asa walau apa sekalipun yang mereka hadapi.

Putus asa menunjukkan kekufuran atau iman yang lemah, dan adalah akibat dari memahami bahawa setiap kejadian yang terjadi itu adalah menurut Qadha’Nya. Allah menarik perhatian kita terhadap kesilapan ini, kerana dibawah pengaruh putus asa terdapat emosi negatif dan kewarasan fikiran yang bertentangan dengan nilai Al-Qur’an. Sikap ini dilarang kerana Allah mengajar kita supaya sentiasa bersikap positif dan bersangka baik atas setiap perkara yang berlaku.

Ketika berhadapan dengan keadaan yang paling getir atau bahkan sesuatu yang di luar jangkaan, seperti tercedera atau kehilangan semua yang ada, orang yang beriman akan menunjukkan sikap kepatuhan dan kesabaran yang luar biasa, kerana mereka sedar Allah lah pencipta semua kejadian. Menyedari Dia yang menguasai sesuatu, menyerah kepada putus asa adalah satu kesilapan, kerana kejadian itu tetap akan berlaku samada seseorang itu suka ataupun tidak. Lebih dari itu, melihat setiap yang berlaku kerana sesuatu hikmah yang baik. Bagi mereka yang berbuat demikian, akan melihat setiap kejadian ciptaan Allah adalah sempurna dan tiada cacat cela, dan sikap begini membolehkan mereka mencapai keimanan yang lebih mendalam.

Terdapat perbezaan antara pengharapan yang baik dan putus asa. Pengharapan yang baik selari dengan sebab dan ‘aqal manakala putus asa sama sekali berlawanan dengannya. Seseorang mungkin gagal dalam ujian walaupun telah belajar bersungguh-sungguh. Mari kita andaikan bahawa dia terkejut dan terjerumus ke lembah berputus asa, oleh kerana dia telah bekerja keras tetapi masih gagal. Beliau tentunya tidak mendapat manfaat dari emosi yang sedemikian. Tekanan dan masalah yang terhasil tidak elok kepada jasad dan rohnya.

Allah berkehendakkan kebaikan lain untuknya. Besar kemungkinan kerjaya yang dipilihnya bersumber kepada masalah dan kesusahan kepada masa depan beliau. Boleh jadi juga beliau akan memilih kerjaya lain yang lebih baik pada untuk masa akan datang bersesuaian dengan daya ketahanan dan kesusahan yang pernah ditanggung dahulu.

Disepanjang kehidupan manusia,mereka menghadapi peristiwa yang kelihatannya tidak memberi sebarang makna; gagal mendapat kerja yang disukai, hilang wang yang sangat diperlukan, atau hilang sesuatu yang amat dihargai. Peristiwa seumpama itu mungkin berlaku pada semua orang. Malah, Allah telah menjelaskan bahawa manusia diuji melalui jiwa dan apa yang mereka miliki. Dalam satu hadith , Nabi kita menjelaskan dengan terang:

“Apa sahaja yang diambil oleh Allah ialah untukNya, dan apa sahaja yang diberi adalah untukNya. Apa sahaja disisiNya mempunyai tempoh masa yang ditetapkan(di dunia ini), manusia sepatutnya sabar dan mengharapkan balasan Allah”(Hadith riwayatAl-Bukhari)

Oleh itu, mereka yang tetap sabar akan beroleh kebaikan, manakala yang menentang akan berputus asa dan kalah.

Sangat penting untuk memahami bahawa kepentingan berbaik sangka dan sabar adalah untuk mendapatkan syurga. Untuk tetap bersikap positif, adalah diwajibkan bersikap seperti yang ditunjukkan dalam ayat di bawah ini:

“…..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”(Surah Yusuf:Ayat 87)

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Dunia ini hanyalah tempat rehat yang sementara untuk manusia, kerana tempat tinggal yang sebenarnya adalah diakhirat. Kehidupan di dunia ini dicipta agar manusia menginginkan kehidupan akhirat, oleh itu dunia dipenuhi dengan kekurangan supaya manusia tidak terlalu terikat kepadanya.

LETAKKANLAH DUNIA DITANGANMU, BUKAN DIHATIMU.

“Wahai Allah, Aku berserah kepadaMu, kuamanahkan segala hal-ehwalku kepadaMu, dan bergantung kepadaMu untuk rahmat dengan harap dan takut kepadaMu”. (Hadith riwayatAl-Bukhari)

Rujukan: Hopefulness in the Qur’an; Harun Yahya(2004)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...